Dalam sebuah doa



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ


Diantara dua pilihan
kau hadirkan langkahku
Tuhan

.......


Tarempa, 30 April 2014

Tak terasa tahunMu hampir berganti, jutaan detik silam menuai cerita tersendiri. bagaimana mestinya kusyukuri nikmatMu yang tiada henti ini? sedangkan engkau menginginkan mahklukMu untuk senantiasa merasa bahagia..

Tuhan, jika memang bahagiaku adalah dosa. Maka ampunilah. Bila apa yang membuatku tertawa dalam tahun dan musim yang berat adalah luka, maka kiranya engkau sudi menyembuhkannya.

Tuhan, aku jatuh cinta. Jatuh cinta pada hambaMu yang melabuhkan cintanya kepadaMu. Maafkan aku, Tuhan, maafkan kami..

Rasanya tak ingin mengecewakanMu, namun perasaan ini kian menjalar diantara nadi dan aorta. Ingin menitipkan segenap hatiku padanya, membagi cintaMu. Masihkah ada maaf untukku di kemudian hari?

Aku hanya hambaMu yang hina. Yang kadang lupa, alpa dengan sabdaMu yang agung. aku tidaklah lebih dari sekedar lautan setenang kabut, memburam di lengkung pelangi malam yang mengepakkan cemas. Sepanjang nafas...

(PadaMu, Aku Meminta)

Catatan Pertama





Catatan Pertama


Dan pada akhirnya, cerita ini rampung juga.
Entah sudah berapa banyak robekan kecil yang tercampakkan,
entah sudah berapa lembar kisah yang terbuang sia-sia..

Entah..

Pada akhirnya pula, hanya bisa kupersembahkan sebuah coretan usang yang tiada lagi kuingat apa dan bagaimana rupanya. Sebuah retakan kecil di sepanjang dinding hidupku yang pudar, juga sepanjang aliran waktu yang menembus sebentuk kerinduan akan masa lalu...

Dan kemudian lahirlah sajak-sajak ini, menyelimutimu rapat dan menjagamu, sampai kelak dunia meninggalkanmu.

Tak pernah sekalipun usai meski hatimu telah padam, masih ada harapan. Setidaknya kedinginan itu bisa kembali menghangat, sebab tiada malam yang tak mencair. Kelak akan datang sebuah pagi dari timur yang sama, membawa kembali lentera baru yang menyulut bahagia. Kelak kan tiba dari dermaga yang sama, 
seseorang yang membuat senyummu kian merona.

Untukmu, dari aku..

Catatan ini menemukan awal perjalanannya …